Tag Archive: pergerakan Islam


وَ لْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَ يَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَ أُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ 

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang- orang yang beruntung.

(QS Ali Imran [3]: 104)

Dalil di atas adalah dasar dari setiap kelompok pergerakan (harokah) Islam. Terdapat dalam surat Ali Imran ayat ke 104. Kelompok Pergerakan Islam (selanjutnya disebut Harokah) berdasarkan penyebarannya terbagi menjadi dua, yang pertama harokah skala lokal/nasional (seperti Muhammadiyah dan NU dll), dan yang kedua adalah harokah Internasional (seperti Jama’ah Tabligh, Salafi, Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir).

Pada awalnya, harokah-harokah tersebut lahir untuk merespon runtuhnya Negara Islam. Kemunduran Islam dimulai sekitar tahun 1700 M, Ulama-ulama di Turki Utsmani menganggap pada tahun 500 H ijtihad sudah selesai, mereka mulai mengambil hal-hal yang bertentangan dengan Islam, ajaran Islam diinterpretasikan dengan ilmu-ilmu filsafat, sehingga sangat sulit membedakan hal-hal yang madani. Ulama sendiri bingung membedakan mana yang murni berasal dari Islam dan mana yang sudah tercemar oleh ilmu filsafat. Mulai dari kaidah-kaidah fiqih hingga menafsirkan esensi Allah, yang tidak dibenarkan oleh para ulama terdahulu. Banyak hal yang tidak ada nilai (value) nya dengan nilai-nilai aqidah, tetapi dijadikan sesuatu hal yang seolah-olah itu adalah sesuatu hal yang prinsip. Berlanjut hingga runtuhnya Khilafah Turki Utsmani pada tahun 1924 M. Hampir semua harokah-harokah yang lahir pada waktu itu, adalah untuk menegakkan Khilafah kembali, termasuk harokah di Indonesia adalah NU dan Muhammadiyah. Akan tetapi banyak penghianat-penghianat Muslim yang bekerjasama dengan kafir penjajah, sehingga negara Islam yang luasnya 2/3 bumi, lintas benua, dari timur ke barat dari Maroko hingga ke Indonesia berhasil dipecah-pecah lebih dari 50 negara.

Salafi muncul pada abad 18 oleh Muhammad Abduh. Pada tahun 1926, Jama’ah Tabligh didirikan oleh Syeikh Maulana Muhammad Ilyas dan dilanjutkan oleh anaknya Maulana Muhammad Yusuf untuk merespon keruntuhan Khilafah Turki Utsmani. Ikhwanul Muslimin lahir pada tahun 1928 oleh Hasan al-Bana. Di Nusantara (dulu belum jadi Indonesia) pun terdapat pertemuan kelompok-kelompok Muslim, termasuk Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Pada tahun 1953 berdiri Hizbut Tahrir oleh Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani di al-Quds Palestina. Tahun 1976 di Pakistan muncul Jamaah Islamiyah didirikan oleh Syeikh Abu al-A’la al-Mandudi. Di Mesir lahir Tanzim Jihad dan lain-lain.

Singkat cerita, beberapa harokah tersebut masih bertahan hingga saat ini. Masih berasaskan dalil di atas yaitu Ali Imran ayat 104, akan tetapi penafsiran dari setiap harokah tersebut berbeda-beda. Berikut saya coba menjabarkannya secara sederhana:

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat   وَ لْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ

Segolongan berarti juga kelompok, dan ayat tersebut tidak membatasi hanya satu kelompok saja, bisa jadi banyak kelompok atau bisa jadi ini adalah kategori orang-orang pergerakan (aktivis) Islam.

yang menyeru kepada kebaikan   يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ

Seluruh ulama sepakat “al-khoir” disini adalah Islam. Berarti kelompok tersebut harus menyeru kepada Islam secara menyeluruh, bukan secara parsial (sebagian) hanya ke masjid saja, ibadah dzikir saja, berilmu saja, menerapkan syariat yang bisa diterapkan saja. Tentu harus menyeru kepada Islam yang kaffah menyeluruh, karena Islam adalah agama yang sempurna, tidak disebut sempurna jika dalam Islam terdapat sedikitpun kekurangan. Maka keliru jika ada kelompok Muslim yang menganggap “Sistem negara Islam sudah tidak dapat diterapkan dizaman modern ini.” Pernyataan ini sangat keliru. Penerapan syariat Islam secara kaffah lah yang dapat menjadikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Agar syariat dapat diterapkan secara menyeluruh tidak mungkin tanpa kekuasaan (negara) dalam Islam sistem bernegara adalah Khilafah. Jika sesuatu terhalang karena tidak adanya sesuatu, maka sesuatu tersebut menjadi wajib. Jika syariat tidak dapat diterapkan secara menyeluruh karena tidak adanya institusi negara (khilafah), maka mendirikan Daulah Khilafah Islam pun hukumnya menjadi wajib. Sebelum tegak Daulah Khilafah ini, maka seluruh umat Muslim di dunia dalam keadaan berdosa karena hukum Allah yang wajib belum dapat ditegakkan.

menyuruh kepada yang makruf     يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ

Setelah menyeru kepada Islam perintah berikutnya adalah menyuruh kepada yang ma’ruf , berarti segala sesuatu yang sesuai dengan syariat Islam harus dijalankan. Ibadah, sosial budaya, ekonomi, pendidikan, politik bernegara dan sebagainya harus benar-benar mengikuti syariat Islam. Sehingga dapat menjadi rahmatan lil ‘alamin dan bisa kita buktikan bahwa umat Muslim adalah umat yang terbaik. Bandingkan dengan keadaan umat Muslim saat ini! Ya, benar! Muslim hidup tanpa syariat Islam menjadi umat terburuk yang terpuruk, dunia celaka akhirat neraka. Naudzubillahi min dzalik!

mencegah dari yang munkar      يَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

Untuk dapat mencegah dari yang munkar, maka tidak cukup dengan individu saja, jika individu munkar, ditegur oleh individu lain, atau suatu kelompok melakukan kemaksiatan, lalu ditegur oleh kelompok lain maka bukannya mencegah kemunkaran, yang terjadi malah bentrok dan pertengkaran diantara mereka. Maka yang mampu mencegah kemunkaran adalah pemerintah, polisi, militer yang mempunyai otoritas untuk menegakkan syariat.

Contoh: Jika pada hari Jum’at, ada yang tidak shalat Jum’at maka Polisi dapat menangkap dan memenjarakan orang tersebut. Jika ada yang mencuri, setelah dibuktikan dan diproses secara hukum, maka hukum Qishosh pun dapat ditegakkan. Sehingga menjadi penebus dosa bagi pelaku, dan juga menjadi contoh agar efek jera bagi pelaku dan masyarakat lainnya timbul, sehingga orang akan berpikir 1000 kali untuk mencuri.

merekalah orang- orang yang beruntung      أُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Beruntung disini adalah beruntung disisi Allah, berarti barang siapa masuk ke dalam kategori kelompok pergerakan yang berjuang mendakwahkan Islam, maka balasannya adalah surgaNYA. Karena mereka telah melaksanakan tiga perintah dalam ayat ini.  Jika kita ingin masuk surga hanya dengan ibadah saja, maka bisa dibilang itu sangat tidak mungkin. Karena sebuah kisah pernah meriwayatkan tentang ibadahnya selama 200 tahun ketika ditimbang hanya sebanding dengan nikmat sebelah (satu) bola matanya saja. Apalagi kita yang umurnya pendek (63 tahun), setengahnya (30 tahun) dipake tidur, paling total umur yang dipakai ibadah hanya 2 tahun. Oleh karena itu, orang-orang yang ikut berjuang menegakkan kalimat Allah, hukum Allah di muka bumi adalah orang-orang yang beruntung. Apalagi jika ada kesempatan mendapatkan syahid tanpa hisab ditambah dengan 40 tiket (freepass) surga bagi siapa saja (sanak saudara, teman) yang kita kehendaki. Beruntunglah orang yang mendapatkannya. Wallahu ‘alam bish showab.

Semoga bermanfaat, mohon maaf jika ada kesalahan itu karena keterbatasan pengetahuan saya. Semoga Allah mengampuni. Sebagai penutup saya ingin menyerukan kepada saudara-saudari sekalian, untuk ikut bergabung dalam perjuangan ini. Dengan cara apa, dengan cara ikut belajar mengkaji Islam bersama kami, sempatkan waktu sekitar 2 jam dalam satu minggu secara rutin. Kami ada di seluruh dunia, dimanapun anda berada. In sha Allah.

Formulir online: https://www.hizbut-tahrir.or.id/gabung

 

 

Desa Bebek

Desa Bebek adalah sebuah desa yang terletak di pinggir sungai. Di desa itu terjadi suatu musibah berupa penyakit “aneh” yang menimpa banyak sekali warganya. Penyakit aneh ini sudah mewabah sampai lintas generasi. Sehingga masyarakat yang peduli pun bergerak untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat sesuai dengan pemikirannya masing-masing.

Dari kejadian tersebut, banyak kelompok masyarakat yang bergerak untuk mencari solusi dari musibah ini. Ada kelompok yang berpikir semua ini akibat sungainya kotor, maka kelompok itu pun setiap hari bekerja untuk membersihkan sungai. Ada kelompok yang bergerak untuk menyediakan obat-obatan dan pelayanan kesehatan, sehingga setiap hari kelompok itu mengobati dan melayani orang sakit. Ada kelompok yang bergerak membantu dengan menggalang dana dan makanan, maka mereka setiap hari menyalurkan dana dan makanan. Semua kelompok ini bertujuan sama, yaitu menyelesaikan permasalahan/musibah yang menimpa warga di desa tersebut. Dari waktu ke waktu, sampai bertahun-tahun, dari generasi ke generasi musibah itu tidak kunjung berhenti, yang terjadi malah lebih parah lagi. Penyakit aneh itu mulai menyebar ke hampir seluruh warga desa.

Ada satu kelompok yang berpikir, kenapa ini bisa terjadi, segala cara sudah dilakukan, maka kelompok itu pun memutuskan untuk berjalan menyusuri sungai dan meninggalkan desanya. Bahkan kelompok ini berani memasuki area tertutup untuk umum, hanya orang khusus saja yang bisa memasuki area ini, karena lahan tersebut milik pemerintah. Setelah ditelusuri hingga ke hulu mata air di suatu pegunungan, ternyata di sana terdapat sebuah usaha tambang besar, yang limbahnya dibuang ke hulu sungai yang mengalir hingga ke desanya. Limbah tambang ini sangat bau dan banyak mengandung racun. Akhirnya kelompok ini menemukan akar permasalahan dari musibah-musibah yang terjadi selama ini.

Kelompok ini pun menegur dan menyerukan untuk menghentikan kegiatan tambang yang merugikan desa-desa yang berada di sepanjang sungai. Karena tambang ini besar milik negara, maka kelompok ini pun tidak punya daya untuk menghentikannya, hanya sebatas mengingatkan, menegur dan protes saja.

Kelompok ini lalu menyebarkan kepada setiap desa yang dilaluinya, hingga ke desa Bebek. Kelompok ini memberitahukan, mengungkapkan apa dan bagaimana akar permasalahan warga yang mengakibatkan semua musibah ini bisa terjadi. Lalu menyerukan kepada seluruh warga agar bersatu dan menghentikan pembuangan racun di hulu sungai tersebut, dengan cara menutup tambang itu bersama-sama. Dan memperbaiki lingkungan ini dengan penghijauan kembali puncak gunung yang menjadi lokasi tambang tersebut.

Tapi yang terjadi, warga enggan untuk bersatu, kelompok-kelompok tersebut mengira tidak mungkin itu dilakukan, masing-masing kelompok menganggap yang dilakukannya sudah benar. Sampai pada titik mengusir dan memusuhi kelompok yang menemukan tambang (penyebab penyakit aneh) ini dari desa Bebek. Tetapi kelompok terusir ini pun tetap istiqomah dengan keyakinannya.

Karena jika akar permasalahannya tidak diselesaikan, maka sampai kapan pun usaha yang dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat itu akan sia-sia. Kelompok yang membersihkan sungai, tidak akan pernah mendapati sungainya bersih. Kelompok yang melayani pengobatan dan kesehatan, tidak akan pernah berhenti mengobati dan merawat orang yang sakit akibat racun sungai. Kelompok penyalur dana dan makanan, tidak akan berhenti menyalurkan dana dan makanan kepada orang sakit. Padahal jika akar permasalahan itu diselesaikan, maka dampaknya akan menyeluruh, sungai menjadi bersih, warga menjadi sehat (tak perlu ada yang diobati) dan jika kondisi warga sehat maka mereka bisa produktif dan tidak membutuhkan bantuan dana dan makanan.

Begitulah ilustrasi dari harokah-harokah Islam, yang kebanyakan keyakinan mereka berasal dari doktrin, dogma dan warisan. Sehingga membatasi cakrawala berpikir. Sedangkan semesta berpikir manusia yang diberikan Allah sama, hanya saja seberapa besar keinginan kita untuk memperluas semesta berpikir kita.

Untuk itu, berikut beberapa hal yang harus diketahui oleh setiap harokah:
1. Bagaimana kondisi umat saat ini?
2. Apa penyebab terjadinya kondisi tersebut dan mau dirubah menjadi apa?
3. Bagaimana cara (tariqoh) untuk merubahnya?

Bagaimana kondisi umat saat ini? Banyak perbedaan dalam menganalisa kondisi umat, dikarenakan perbedaan kemampuan analitis setiap harokah pasti berbeda. Carilah yang paling rasional dan sesuai fitrah.

Apa penyebabnya? Dalam mendefinisikan suatu permasalahan juga banyak terjadi perselisihan paham, maka carilah yang paling hulu, carilah akarnya. Jika akar permasalahan itu dicabut, tentu harus ditanamkan akar baru dengan kualitas bibit/akar terbaik, yang berasal dari Yang Mahabaik.

Bagaimana cara sebuah harokah menentukan tariqohnya? Disini butuh ke-konsisten-an metode dan tujuan. Ketika metodenya dan tujuannya tidak jelas, maka dapat disimpulkan harokah ini pun tidak punya arah yang jelas. Seluruh harokah yang ada di dunia ini dapat ditimbang dengan timbangan qoth’i yaitu al-Quran dan as-Sunnah. Jika ada sedikitpun yang menyimpang dari al-Quran dan as-Sunnah, maka harokah tersebut tidak sesuai dengan perintah Allah dan metode yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.

Jika dikatakan semua harokah benar, itu tidak mungkin. Atau dikatakan semua harokah salah, juga tidak mungkin. PASTI ada satu harokah yang benar-benar mengikuti metode Rasulullah Saw, tanpa menyimpang sedikitpun.

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan, yang ada pada diri mereka sendiri.”
(Ar-Rad :11)

وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لا يَعْقِلُونَ
“Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya (tidak mau berpikir).” (QS Yunus : 100)

Ayat di atas adalah perintah Allah SWT supaya seluruh kaum Muslim bersatu untuk merubah nasib umat. Larangan untuk (ashobiyah) mengasingkan diri, mengekslusifkan diri, mengkafirkan harokah lain dan lain-lain, tanpa melalui proses berpikir.

Jika setiap individu berpikir dan melakukan pencarian, menimbang dengan al-Quran dan as-Sunnah dan sampai menemukan satu harokah yang benar. Maka kejayaan Islam (in sya Allah) tidak akan lama lagi akan berdiri tegak kembali seperti pada zaman Rasulullah ﷺ. Islam yang berwibawa, disegani dunia, dan menyeru manusia di seluruh dunia untuk mengenal Islam dan tunduk di bawah hukumNYA. Karena kita adalah umat terbaik.
Wallahu’alam.