Banyak hal dalam hidup kita yang dapat melenakan kita (umat Islam). Mungkin hal tersebut baik, tetapi karena intensitas dan kuantitasnya berlebihan, maka menjadikan hal yang (mungkin) tadinya  baik menjadi tidak baik. Hal-hal yang membuat kita terlena yang menjauhkan kita kepada mengingat Allah, memang sengaja dibuat oleh mereka untuk merusak generasi Islam dari dalam (internal) tubuh umat Islam sendiri. Oleh karena itu, kesadaran karakter Islami harus ditanamkan dalam diri kita.

Kesejahteraan finansial menjadi faktor utama yang membuat kita terlena. Tak jarang kesejahteraan finansial menjadikan kita individualis, tidak peduli orang lain.

Hobby juga termasuk salah satu yang menjadikan kita terlena. Kesenangan akan hobby itu membuat kita lupa akan realitas kehidupan, lupa waktu bahkan sampai lupa diri.

Cinta pun demikian, apapun akan kita lakukan demi orang-orang yang kita cintai, tidak peduli lagi bagaimana cara mendapatkannya, yang penting mereka senang.

Bahkan beribadah pun dapat melenakan, jika kita sudah nyaman dengan sesuatu yang menurut kita benar, bahkan kita tidak pernah mau memikirkannya, apakah ini benar-benar jalan yang diinginkan Allah SWT dan dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Jangankan memikirkannya, bertanya pun tidak. Kita selalu menggunakan logika kita sendiri untuk menilai benar-salahnya suatu perbuatan.

Keterlenaan itu membuat kita lupa dan tidak peduli lagi dengan tujuan hidup dan amanah yang kita emban sebagai manusia. Lalu bagaimana Allah dapat meridhoi kita? Sedangkan satu-satunya pintu masuk surga hanya dengan KeridhoanNYA. Amal ibadah kita dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi selama hidup kita, tidak akan mampu untuk memasukkan kita ke dalam surgaNYA!

Kondisi umat saat ini, sungguh mengkhawatirkan. Kita tidak lagi mempertahankan kehormatan Islam, kita tidak peduli lagi dengan dakwah Islam, sedangkan Islam adalah Rahmatan lil ‘alamin. Lalu bagaimana caranya Islam bisa masuk ke setiap rumah yang ada di bumi ini?

Kedamaian semu ini sungguh telah meninabobokan kita umat Islam. Satu hal yang seluruh umat Islam harus ketahui dan sadari, bangsa-bangsa kafir ingin memusnahkan Ideologi Islam dari muka bumi ini, karena hanya itulah yang menjadi ancaman bagi mereka, satu-satunya yang ditakuti mereka adalah kebangkitannya. Umat Islam diberi kebebasan sebebas-bebasnya untuk beribadah asalkan jangan bawa-bawa Ideologi Islam!

Bangsa kafir itu senang jika kita hanya fokus beribadah secara individu, mau sesoleh apapun kita itu tidak akan menjadi masalah buat mereka. Mereka ingin menanamkan pemikiran-pemikiran mereka kepada umat Islam diseluruh dunia. Sekularisme, Tuhan itu hanya ada pada ranah pribadi saja; aturan agama silahkan masing-masing; Pemisahan agama dengan kehidupan; aturan-aturan kehidupan dunia harus mengikuti mereka.

Jika kita bicara Islam, berarti bicara dunia. Karena Islam adalah rahmat bagi manusia di bumi. Contoh pemikiran barat, slogan nasionalisme-kebangsaan yang terasa manis dimulut padahal sangat beracun. Walhasil, umat Islam dipecah belah menjadi lebih dari 50 negara dan umat Islam saling tidak peduli terhadap sesama. Mereka mengadudomba kita! Sudah nyata propaganda di Timur Tengah. Bahkan Indonesia seringkali diadudomba dengan Malaysia gara-gara patok batas, gara-gara sebuah batu semen kita sudah saling menghujat, gara-gara batas wilayah laut kita diarahkan untuk memeranginya, gara-gara batik yang tidak ada value-nya dihadapan Allah, kita (sesama Muslim) saling membenci. Tahukah kita, kalau di Malaysia itu banyak sekali saudara kita, saudara se-akidah dengan kita? Akibatnya umat yang besar ini (1,7 M orang) keok (kalah) sama Israel yang penduduknya cuma 7 juta orang. Kenapa??? Karena umat yang besar ini pemikirannya sudah dikerdilkan.

Renungkan dan sadarilah saudara-saudaraku, sudah saatnya kita bangkit.