Desa Bebek adalah sebuah desa yang terletak di pinggir sungai. Di desa itu terjadi suatu musibah berupa penyakit “aneh” yang menimpa banyak sekali warganya. Penyakit aneh ini sudah mewabah sampai lintas generasi. Sehingga masyarakat yang peduli pun bergerak untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat sesuai dengan pemikirannya masing-masing.

Dari kejadian tersebut, banyak kelompok masyarakat yang bergerak untuk mencari solusi dari musibah ini. Ada kelompok yang berpikir semua ini akibat sungainya kotor, maka kelompok itu pun setiap hari bekerja untuk membersihkan sungai. Ada kelompok yang bergerak untuk menyediakan obat-obatan dan pelayanan kesehatan, sehingga setiap hari kelompok itu mengobati dan melayani orang sakit. Ada kelompok yang bergerak membantu dengan menggalang dana dan makanan, maka mereka setiap hari menyalurkan dana dan makanan. Semua kelompok ini bertujuan sama, yaitu menyelesaikan permasalahan/musibah yang menimpa warga di desa tersebut. Dari waktu ke waktu, sampai bertahun-tahun, dari generasi ke generasi musibah itu tidak kunjung berhenti, yang terjadi malah lebih parah lagi. Penyakit aneh itu mulai menyebar ke hampir seluruh warga desa.

Ada satu kelompok yang berpikir, kenapa ini bisa terjadi, segala cara sudah dilakukan, maka kelompok itu pun memutuskan untuk berjalan menyusuri sungai dan meninggalkan desanya. Bahkan kelompok ini berani memasuki area tertutup untuk umum, hanya orang khusus saja yang bisa memasuki area ini, karena lahan tersebut milik pemerintah. Setelah ditelusuri hingga ke hulu mata air di suatu pegunungan, ternyata di sana terdapat sebuah usaha tambang besar, yang limbahnya dibuang ke hulu sungai yang mengalir hingga ke desanya. Limbah tambang ini sangat bau dan banyak mengandung racun. Akhirnya kelompok ini menemukan akar permasalahan dari musibah-musibah yang terjadi selama ini.

Kelompok ini pun menegur dan menyerukan untuk menghentikan kegiatan tambang yang merugikan desa-desa yang berada di sepanjang sungai. Karena tambang ini besar milik negara, maka kelompok ini pun tidak punya daya untuk menghentikannya, hanya sebatas mengingatkan, menegur dan protes saja.

Kelompok ini lalu menyebarkan kepada setiap desa yang dilaluinya, hingga ke desa Bebek. Kelompok ini memberitahukan, mengungkapkan apa dan bagaimana akar permasalahan warga yang mengakibatkan semua musibah ini bisa terjadi. Lalu menyerukan kepada seluruh warga agar bersatu dan menghentikan pembuangan racun di hulu sungai tersebut, dengan cara menutup tambang itu bersama-sama. Dan memperbaiki lingkungan ini dengan penghijauan kembali puncak gunung yang menjadi lokasi tambang tersebut.

Tapi yang terjadi, warga enggan untuk bersatu, kelompok-kelompok tersebut mengira tidak mungkin itu dilakukan, masing-masing kelompok menganggap yang dilakukannya sudah benar. Sampai pada titik mengusir dan memusuhi kelompok yang menemukan tambang (penyebab penyakit aneh) ini dari desa Bebek. Tetapi kelompok terusir ini pun tetap istiqomah dengan keyakinannya.

Karena jika akar permasalahannya tidak diselesaikan, maka sampai kapan pun usaha yang dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat itu akan sia-sia. Kelompok yang membersihkan sungai, tidak akan pernah mendapati sungainya bersih. Kelompok yang melayani pengobatan dan kesehatan, tidak akan pernah berhenti mengobati dan merawat orang yang sakit akibat racun sungai. Kelompok penyalur dana dan makanan, tidak akan berhenti menyalurkan dana dan makanan kepada orang sakit. Padahal jika akar permasalahan itu diselesaikan, maka dampaknya akan menyeluruh, sungai menjadi bersih, warga menjadi sehat (tak perlu ada yang diobati) dan jika kondisi warga sehat maka mereka bisa produktif dan tidak membutuhkan bantuan dana dan makanan.

Begitulah ilustrasi dari harokah-harokah Islam, yang kebanyakan keyakinan mereka berasal dari doktrin, dogma dan warisan. Sehingga membatasi cakrawala berpikir. Sedangkan semesta berpikir manusia yang diberikan Allah sama, hanya saja seberapa besar keinginan kita untuk memperluas semesta berpikir kita.

Untuk itu, berikut beberapa hal yang harus diketahui oleh setiap harokah:
1. Bagaimana kondisi umat saat ini?
2. Apa penyebab terjadinya kondisi tersebut dan mau dirubah menjadi apa?
3. Bagaimana cara (tariqoh) untuk merubahnya?

Bagaimana kondisi umat saat ini? Banyak perbedaan dalam menganalisa kondisi umat, dikarenakan perbedaan kemampuan analitis setiap harokah pasti berbeda. Carilah yang paling rasional dan sesuai fitrah.

Apa penyebabnya? Dalam mendefinisikan suatu permasalahan juga banyak terjadi perselisihan paham, maka carilah yang paling hulu, carilah akarnya. Jika akar permasalahan itu dicabut, tentu harus ditanamkan akar baru dengan kualitas bibit/akar terbaik, yang berasal dari Yang Mahabaik.

Bagaimana cara sebuah harokah menentukan tariqohnya? Disini butuh ke-konsisten-an metode dan tujuan. Ketika metodenya dan tujuannya tidak jelas, maka dapat disimpulkan harokah ini pun tidak punya arah yang jelas. Seluruh harokah yang ada di dunia ini dapat ditimbang dengan timbangan qoth’i yaitu al-Quran dan as-Sunnah. Jika ada sedikitpun yang menyimpang dari al-Quran dan as-Sunnah, maka harokah tersebut tidak sesuai dengan perintah Allah dan metode yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.

Jika dikatakan semua harokah benar, itu tidak mungkin. Atau dikatakan semua harokah salah, juga tidak mungkin. PASTI ada satu harokah yang benar-benar mengikuti metode Rasulullah Saw, tanpa menyimpang sedikitpun.

إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan, yang ada pada diri mereka sendiri.”
(Ar-Rad :11)

وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لا يَعْقِلُونَ
“Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya (tidak mau berpikir).” (QS Yunus : 100)

Ayat di atas adalah perintah Allah SWT supaya seluruh kaum Muslim bersatu untuk merubah nasib umat. Larangan untuk (ashobiyah) mengasingkan diri, mengekslusifkan diri, mengkafirkan harokah lain dan lain-lain, tanpa melalui proses berpikir.

Jika setiap individu berpikir dan melakukan pencarian, menimbang dengan al-Quran dan as-Sunnah dan sampai menemukan satu harokah yang benar. Maka kejayaan Islam (in sya Allah) tidak akan lama lagi akan berdiri tegak kembali seperti pada zaman Rasulullah ﷺ. Islam yang berwibawa, disegani dunia, dan menyeru manusia di seluruh dunia untuk mengenal Islam dan tunduk di bawah hukumNYA. Karena kita adalah umat terbaik.
Wallahu’alam.