littleriver

Kewajiban Berdakwah

Pada dasarnya, setiap Muslim dan Muslimah diwajibkan untuk mendakwahkan Islam kepada orang lain, baik Muslim maupun non-Muslim, sesuai dengan kadar kemampuannya. Ketentuan semacam ini didasarkan pada beberapa nash al-Quran maupun as-Sunnah. Allah SWT berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara baik. Sesungguhnya Tuhanmu, DIA lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNYA, dan DIA lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

(QS an-Nahl [16]: 125).

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Hendaklah ada diantara kalian segolongan umat yang menyerukan kebajikan serta melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.

(QS Ali Imran [3]: 104).

Masih banyak ayat-ayat lain yang menunjukkan kewajiban dakwah atas kaum Mukmin, baik dakwah yang dilakukan oleh individu, kelompok ataupun negara. Dalam hal ini, al-Qurthubi menyatakan, “Allah SWT telah menjadikan amar ma’ruf nahi munkar sebagai faktor pembeda antara orang-orang Mukmin dan orang-orang munafik. Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik dan sifat yang paling menonjol pada kaum Mukmin adalah amar ma’ruf nahi munkar dan puncaknya adalah dakwah Islam.” (Al-Qurthubi, Tafsir al-Qurthubi, jilid 4, hlm 47).

Rasulullah ﷺ bersabda:

Demi Zat yang jiwaku berada dalam kekuasaanNYA, kalian mesti melakukan amar ma’ruf nahi munkar, atau Allah akan menurunkan siksa dari sisiNYA atas kalian hingga jika kalian berdoa maka DIA tidak akan mengabulkan doa kalian.

(HR at-Tirmidzi).

Sampaikanlah apa saja diriku walaupun hanya satu ayat.

(HR al-Bukhari).

Siapa saja yang melihat kemunkaran, hendaknya dia mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, hendaklah dia mengubahnya dengan lisannya; jika tidak mampu, hendaklah dia mengubahnya dengan hatinya dan ini adalah selemah-lemah iman.

(HR Muslim).

Kewajiban dakwah sama dengan kewajiban-kewajiban yang lain. Jika seseorang meninggalkan dakwah, ia akan mendapatkan dosa, seperti halnya jika ia meninggalkan sholat, zakat, puasa dan ibadah-ibadah lainnya. Bahkan jika seseorang meninggalkan aktivitas dakwah dan berdiam diri terhadap kemunkaran, niscaya Allah SWT tidak akan mengabulkan doa-doanya. Lebih dari itu, Allah juga akan menimpakan azab secara merata, tidak hanya atas orang yang melakukan kemaksiatan saja, tetapi semua orang yang ada di dalam komunitas tersebut jika dakwah telah ditinggalkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengazab orang-orang secara keseluruhan akibat perbuatan munkar yang dilakukan oleh seseorang, kecuali jika mereka melihat kemunkaran itu di depannya dan mereka sanggup mencegahnya tetapi mereka tidak mencegahnya. Jika mereka melakukan yang demikian, niscaya Allah akan mengazab pelaku kemunkaran tersebut dan semua orang secara menyeluruh.

(HR Imam Ahmad).

Nash-nash al-Quran dan as-Sunnah di atas merupakan dalil yang terang dan tegas mengenai kewajiban dakwah atas setiap Muslim. Pasalnya, perintah untuk berdakwah datang dalam bentuk pasti. Indikasinya adalah ancaman siksaan atas siapa saja yang meninggalkan dakwah.

images