Sudah hampir senja umurku, sampai saat ini aku belum mengenal Islam

Pendidikan agama dimasa kecilku, tidak membawa aku kepada tauhid yang kokoh

Lingkungan hidupku, membentuk ahlakku sebagai Muslim yang tidak membawa Islam keluar mesjid

Syukur Alhamdulillah, pernikahan menyadarkan aku akan pentingnya mempersiapkan diri untuk akhirat

 

Kesana-kamari aku mencari guru, kesana-kemari aku mencari ilmu

Walau aku tidak tahu, seberapa lama lagi umurku

Begitu banyak buku yang aku baca, begitu banyak komunitas yang aku geluti

Terkadang Aku merasa sudah ber-Islam dengan Kaffah

Tetapi dihati, selalu terasa ada yang kurang, perasaanku belum tenang

 

Suatu saat ada yang bertanya kepadaku, apa itu Islam?

Selama ini yang aku tahu Islam adalah Rukun Iman dan Rukun Islam

Pertanyaan sederhana itu cukup membuat aku termenung

Sampai akhirnya, aku menyadari, aku tidak mengenal Islam

Itu inti permasalahanku, aku tidak tahu apa itu Islam

 

 

Sampai seseorang pemuda memberitahuku Islam itu apa

Setelah mendengar penjelasannya yang mendetail dan dengan bahasa yang terstruktur rapi

Aku pun sempat terkagum-kagum kepada anak muda ini

Ternyata Islam tidak sesempit pemikiranku, Islam itu sangat luas

Semesta berpikirku yang sempit tiba-tiba terbuka lebar

Dia jabarkan kebesaran Allah yang sebelumnya tidak pernah terpikir oleh akalku

Saat itu juga naluri menyembahku bangkit dan timbul rasa takut dalam hatiku kepadaNYA

 

Setelah tahu Islam adalah pemikiran yang berisikan tentang solusi hidup manusia, lalu aku ditanya lagi. Bagaimana menjalankan Islam?

Aku menggelengkan kepala, karena penasaran dengan jawaban anak muda itu

Dia menjawab, Islam itu selain “pemikiran” juga punya “metode” ber-Islam

Menerapkan Islam, mempertahankan Islam dan menyebarkan Islam

Selama ini aku sudah tahu ber-Islam itu bukan hanya untuk diri sendiri saja

Dakwah itu penting, tapi aku menjalankan dakwah, kapan ada waktu dan kapan mau

Ternyata, seharusnya kita mendakwahkan Islam setiap hari kepada lingkungan kita

Dia menceritakan kisah si buta yang selalu berdakwah setiap harinya

 

Aku bertanya kenapa jempolnya selalu bergerak-gerak?

Kita harus mengingat Allah setiap saat, bahkan dalam diam kita pun, hati harus selalu berdzikir

Ternyata dia menggerakan jempol itu bukan untuk menghitung dzikir, tapi untuk “mengingatkan” dia untuk selalu berdzikir

 

Kemudian aku ditanya tentang sejarah Islam?

Aku tidak bisa menjawabnya, aku hanya tahu sedikit sekali tentang sejarah Islam

Pertanyaan itu menyadarkan aku akan pentingnya mengetahui sejarah Islam

Ketidaktahuanku menuntun aku untuk mempelajari Sirah an-Nabawiyah

Seiring sejalan antara mempelajarinya dengan peningkatan keimananku, aku rasakan itu

Tumbuh rasa cinta kepada Rasulullah ﷺ, bangga kepada para Sahabat

Secara tidak langsung kita jadi mengetahui sebab turunnya ayat

 

Sampai aku bertanya dalam hatiku, mengapa tidak ada yang menuntun aku untuk mempelajari ini

Sejak aku kecil sampai hari ini, tidak pernah ada yang mengajarkan sejarah Islam

Disekolah agamaku sekalipun, tidak dijelaskan bagaimana ber-Islam secara Kaffah

Aku dididik untuk ber-Islam setengah-setengah, setengahnya lagi ditutup rapat-rapat

 

Kini aku sadari, orang yang ber-Islam secara Kaffah menjadi ancaman bagi semua

Tegaknya syariah Islam diredam demi kepentingan keamanan dunia semata, akhirat tidak dipikirkan

Dari generasi ke generasi sengaja dibodohkan tentang Islam, dengan kurikulum kafir

Orang-orang alergi dengar kata syariah dan Khilafah

Dengan ucapan “tidak mungkin”nya, mereka meremehkan Kekuasaan Allah SWT

Tidakkah kita sadar bahwa Indonesia ini milik Allah? Dunia ini milik Allah?

 

Aku bertanya-tanya dalam hati, mengapa bisa

Ulama ceramah hanya menyampaikan apa yang ingin didengar oleh jamaahnya

Bukankah seharusnya ceramah itu menyampaikan apa yang harus didengar jamaahnya

Penceramah berpikir, jika ceramah terlalu keras takut ada jamaah yang marah dan tersinggung

Pernahkan kita berpikir, bagaimana jika Allah marah? Apakah kita tidak takut kepada Allah?

 

Banyak pembelokan makna, agar umat ini benar-benar jauh dari Islam

Mulai dari pembelokan makna hijab, sampai sampai makna jihad

Sehingga umat merasa benar, padahal tidak dihadapan Allah

Bukankah ini suatu bencana yang besar, keterpurukan umat sepanjang sejarah Islam

 

Menyesal dan marah tidak menyelesaikan masalah

Aku akan terus belajar, menjalankan dan menyeru kepada kebenaran

Mulai sekarang aku hanya akan mengangkat Al-Liwa dan Ar-Rayah milik Rasulullah ﷺ

Sekarang aku tahu tujuan hidup itu hanyalah satu, mencari keridhoan Allah SWT